Pengharapan yang Tertunda

Pengharapan yang Tertunda
(Amsal 13:12)


Kita pasti memiliki sebuah pengharapan di dalam hidup. Dan pengharapan itu terkadang bisa tertunda pencapaiannya. Seringkali tertundanya pengaharpan itu menjadikan hati kecewa. 

Tuhan punya maksud yang lebih baik dengan menunda pengharapan kita. Bagaimana sikap hati kita disaat Tuhan mengijinkan pengharapan kita tertunda? Yang pertama adalah berpada, bisa bersyukur dengan apa yang ada. Karena hati yang selalu bersyukur membuat kita berjalan sesuai kehendak Tuhan dan tidak menghalalkan segala acara.

Yang kedua adalah memeriksa diri sendiri; mengukur apakah pengharapan kita untuk memenuhi keinginan kita atau untuk memuliakan nama Tuhan (Mazmur 139 : 23-24). Saat pengharapan kita tertunda, hendaknya kita menunggu Tuhan menjawab doa pengharapan kita (Mazmur 25 : 3-4). Tidak ada satu pun yang bisa menutup pintu, kalau Tuhan sudah membukakan Tidak ada satu pun yang bisa menutup berkat, kalau Tuhan sudah mencurahkan.

Dalam masa penantian, iman kita akan semakin berakar kuat di dalam pengharapan kepada Allah. Jika kita berada di dalam penderitaan dalam waktu yang cukup lama, maka iman semakin berakar dan semakin teruji. Menunggu cukup lama, diolah cukup lama; sesuatu yang besar dan indah sedang disediakan oleh Tuhan (Yeremia 45 : 5). Kalau tidak tahan, periksa diri. Milikilah hidup yang benar di hadapan Tuhan; kehidupannya akan hidup.\

Hidup Kristen diatur dan dijalankan dengan benar, hidup akan bersukacita (Kejadian 45 : 27-28). 

Allah sudah menjanjikan hidup yang penuh dengan sukacita. Di saat harusnya susah, di saat resesi, tapi kita justru masih bisa berbuah sukacita. Bisa bersukacita di saat seharusnya tidak bisa bersukacita.

Tangan Allah akan bekerja dan pasti akan ada perubahan dalam hidup kita. Hidup bersama Tuhan  pasti bahagia!
  • Share:

Artikel Terkait

0 Komentar

Komentar Anda