
shallom..
Selamat datang di situs GBIS Kepunton, situs ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana kita untuk lebih dekat dengan Tuhan Yesus serta dapat mempererat hubungan jemaat dengan GBIS Kepunton. |
|
|
|
MENGAMPUNI
( Matius 18 : 21-35 )
70 x 7 = 490? Benarkah kita hanya diajarkan mengampuni oleh Tuhan hanya sebatas hitungan tersebut? Dalam Injil Matius 18 : 21-35, kita diajarkan untuk mengampuni tanpa batas, kita diajarkan untuk terus mengampuni sebesar apapun kesalahan sesama kita. Tuhan Yesus memberikan teladan yang luar biasa dalam hidup kita, Tuhan telah rela berkorban di atas kayu salib untuk mengampuni dan menebus dosa manusia. Banyak diantara kita yang hanya dapat mengampuni, hanya jika kesalahan yang dilakukan masih dapat kita ampuni. Lalu bagaimana jika kesalahan itu begitu besar, terkadang kita masih mengeluh bahkan mulai timbul dendam. Melalui injil ini kita harus dapat menjadi manusia baru yang memiliki kekuatan tanpa batas untuk mengampuni kesalahan sesama kita.
Bagaimana cara yang diajarkan Tuhan untuk mengampuni tanpa batas dan sampai tuntas?
1. Semua dilepaskan (Matius 18:27)
- kita diajarkan untuk melupakan semua kesalahan orang lain. Hal ini dimaksudkan agar kita dapat melepaskan diri dari kuasa jahat yang menumbuhkan rasa dendam untuk membalas kesalahan orang lain. Melepaskan semua beban yang kita tanggung karena kesalahan orang lain dan mengampuninya. Di dalam Kristus, kita akan sanggup menanggung sengsara untuk mengampuni dan mengasihi orang-orang yang melukai kita
2. Dengan kasih Kristus (Roma 5:5)
- Belajar dari telaha Tuhan Yesus, yang mengampuni dengan kasih, tidak mengharapkan balasan tetapi memandang dari apa yang akan menjadi berkat bagi kita dan orang-orang di sekitar kita. Orang yang memiliki kasih Kristus, pasti mau menderita untuk orang lain (I Korintus 13:4-7). Kasih menutup kesalahan orang lain (I Petrus 4:8) dan tidak menyimpan kesalahan orang lain, dengan kasih maka semua kesalahan orang lain dihapuskan dan tidak menimbulkan dendam, maka kesalahan itu tidak akan menjatuhkannya ke dalam dosa tetapi perubahan yang lebih baik yang berasal dari Kristus yang akan dinyatakan.
3. Matanya dicelikkan
- Kita harus dapat menanggung seluruh kesalahan yang telah dilakukan orang lain walaupun itu mengganggu, menyakiti, mendatangkan kesusahan dan melukai batin kita. Urusan kita bukan menghukum orang lain, tapi urusan kita adalah mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita (Matius 18:7)
- tidak mengerti apa yang diperbuatnya.
- Tuhan tidak akan tinggal diam, melihat anak-anak-Nya dipojokkan, dirampasi dan ditindas oleh orang-orang jahat. Tuhanlah yang akan mengetahui dan menilai semua perbuatan yang dilakukan umat-Nya.
- Kita bisa mendapatkan pahala, mengalami mujizat dan pertolongan Tuhan, mengalami pemulihan dari Tuhan jika kita dapat mengampuni kesalahan sesama kita. Seberapa banyak sengsara yang kita terima karena kebenaran, sebanyak itulah pahala yang akan menjadi milik kita (Roma 8:18-19).
4. Sabar (Kolose 3:13).
- "Kesabaran" (Gal 5:22) "Long Suffering" ; “Menderita yang berkepanjangan”. Kita diajarkan untuk menerima penderitaan yang berkepanjangan akibat perbuatan orang lain (panjang sabar).Kesabaran akan berbuah mujizat dan pertolongan.
Tuhan menuntut, mewajibkan, mengharuskan kita untuk mengampuni orang lain. Pengampunan merupakan kunci kelepasan dari kepahitan (Matius 6 : 14-15). Jika kita bisa mengampuni, maka Tuhan Yesus akan melepaskan pengampunan-Nya untuk kita. Mengampuni adalah obat untuk semua masalah dan penyakit kita.
Marilah kita saling mengampuni tanpa batas dan tuntas. Karena Tuhan Yesus, akan memberikan kita sesuatu yang luar biasa dalam hidup kita.
Amin |

hak akses (c) 2010 gbis kepunton | Indonesia