06 September 2010

logo

shallom, kasih dan damai sejahtera Kristus menyertai kita sekalian senantiasa :: Tuhan Yesus memberkati
PDF Cetak E-mail

 

KEBANGUNAN ROHANI

( Nehemia 9: 2-4 )

 

Nehemia hadir dalam panggung sejarah pasca pembuangan setelah gelombang kembalinya para kaum buangan yang pertama yang dipimpin oleh Sesbazar dan Zerubabel (Ez. 1-2) dan gelombang kedua yang dipimpin oleh Ezra (Ez. 7). Bait Allah sudah berdiri, namun kota Yerusalem sendiri masih berantakan.

Tugas utama Nehemia adalah membangun tembok Yerusalem dan mengatur pemerintahan dan masyarakat Yerusalem. Banyak tantangan selama proses pembangunan tersebut, terutama dari para musuh yang ingin menggagalkannya. Namun, dengan ketekunan doa dan kerja keras para pemimpin seperti Nehemia dan para imam, maupun segenap rakyat, serta terutama penyertaan dan perlindungan Allah, tembok Yerusalem akhirnya berdiri teguh. Pada saat yang sama Nehemia juga mengatur kehidupan sosial umat berdasarkan Taurat. Bersama dengan Ezra, mereka juga membangun kehidupan keagamaan umat Tuhan melalui pembacaan dan pengajaran Taurat Tuhan. Umat didorong untuk menerapkan Taurat sekonsekuen dan sekonsisten mungkin dalam hidup mereka.


Kontribusi Teologis

Kitab Nehemia menyajikan semangat membangun kembali apa yang sudah hilang dari umat Tuhan. Bersama Ezra yang mendorong kebangunan rohani, Nehemia mendorong kebangunan di bidang sosial masyarakat. Rakyat didorong berperan dalam pembangunan tembok Yerusalem. Rakyatlah yang berpartisipasi dalam pembaruan kehidupan bermasyarakat, juga dalam mempelajari Taurat Tuhan bagi kehidupan yang lebih baik.

 

Ada beberapa pelajaran yang kita peroleh dari Nehemia 9 :

  • Nehemia hidup pada zaman pemulihan Yerusalem yaitu gelombang kembalinya bangsa Israel . Dan Dialah pemimpin yang membangun kembali tembok Yerusalem. Dia memimpin kembali kebangunan Rohani bangsa Israel. Dimana Israel yang adalah umat pilihan Allah dan hidup dalam kemurahan dan berkat Allah  Ay 7. Tuhan yang melakukan mujizat bagi bangsa Israel Ay 10. Tetapi nenek moyang mereka bertindak angkuh dan bersitegang leher tidak patuh pada perintah Allah.  Ay 16. Tetapi Tuhan tidak meninggalkan mereka  Ay 19. Mereka memberotak dan membelakangi hukum Allah Ay 26. Bahkan pada saat mereka berteriak Tuhan mendengarkan dan menolong mereka Ay27. Pada saat mereka mendapatkan keamanan mereka kembali berbuat jahat. Dan akhirnya bangsa Israel harus mengalami penindasan oleh bangsa lain di tanah mereka sendiri  ( Ayat 36).
  • Dari sejarah bangsa Israel menjadi pelajaran kepada kita. Bagimana keadaan zaman ini hampir sama dengan kondisi bangsa Israel, oleh sebab itu kita harus waspada untuk tidak seperti bangsa Israel. Di tahun yang baru ini mari kita memulai hidup sesuai dengan kehendak Allah dan kembali membangun kerohanian kita untuk hidup dalam rencana Allah.
  • Zaman ini adalah zaman kemajuan teknologi, kemajuan pengetahuan, Persaingan Ekonomi yang semakin ketat. Dampak kemajuan tersebut sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia baik yang positif maupun yang negative. Sehingga manusia disibukan dengan berbagai aktifitas untuk mengikuti arus perkembangan yang begitu pesat. Sehingga kehidupan rohani kurang mendapatkan perhatian khusus. Banyak orang yang mengalami kemerosotan rohani.
  • Dampak kemerosotan rohani akan berakibat fatal  dalam hidup manusia. Hal ini dapat kita lihat dalam sejarah kehidupan bangsa Israel. Mereka harus mengalami kekalahan bahkan mereka harus dibuang ke Babel selama 70 tahun dan menjadi budak di negri sendiri. Mereka tidak menglami berkat Allah.
  • Kebangunan Rohani, Seperti pemulihan yang terjadi di Israel di mulai dengan kebangunan Rohani yang dilakukan oleh para nabi diantaranya adalah Ezra dan Nehemia. Dan mereka mulai membangun kembali tembok Yerusalem dengan kembalinya bangsa Israel dari pembuangan, dan kembali ke negeri yang di janjikan.
  • Dalam menjalankan visinya ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh mereka tetapi berkat doa dan kerja keras dan mulai memperbaiki kehidupan rohani mereka akhirnya mereka berhasil.
  • Kunci keberhasilan kita dalam menghadapi tahun yang baru ini adalah :
  1. Memperbaiki kehidupan Rohani kita Rm 12:2  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Harus ada kemauan untuk memperbaharui dan berusaha untuk mengenal kehendak Allah. Seperti apa yang dilakukan oleh Nehemia. Dia berusaha untuk memperbaharui kerohanian bangsa Israel dan  kembali mentaati hokum Taurat, sehingga mereka dapat hidup seturut dengan kehendak Allah. Tit 3:5  pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,  Pembaharuan itu tidak dapat kita hasilkan dengan usaha kita sendiri tetapi di kerjakan oleh Roh Kudus. Ole sebab itu kita harus memberikan tempat  Roh Kudus bekerja di dalam diri kita untuk memperbaharui hidup kita. Bila Roh Kudus bekerja di dalam diri kita maka pembaharuan rohani akan terjadi dalam hidup kita. Dan pekerjaan Allah akan nyata dalam hidup kita. Di tahun 2010 ini mari kita membiarkan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita sehingga terjadi pembaharuan Rohani dan itu akan berdampak terhadap kehidupan jasmani kita.
  2. Doa  Nehemia mengajak bangsa Isarel untuk membaca kitab Taurat selama seperempat hari dan seperempat hari kemudia mereka mengucapkan pengakuan dosa dan sujud menyembah kepada Tuhan. Neh 1:6  berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. Dan doa mereka di dengar oleh Allah, sehingga bangsa Israel mengalami pembaharuan. Bangsa Israel mulai kembali ke tanah perjanjian dan  dapat mendirikan tembok  . Neh 12:27  Pada pentahbisan tembok Yerusalem orang-orang Lewi dipanggil dari segala tempat mereka dan dibawa ke Yerusalem untuk mengadakan pentahbisan yang meriah dengan ucapan syukur dan kidung, dengan ceracap, gambus dan kecapi.
  3. Kerja Keras. Neh 4:16  Sejak hari itu sebagian dari pada anak buahku melakukan pekerjaan, dan sebagian yang lain memegang tombak, perisai dan panah dan mengenakan baju zirah, sedang para pemimpin berdiri di belakang segenap kaum Yehuda. Bangsa Israel harus membangun tembok dalam ancaman musuh sehingga mereka harus bekerja dan berjaga. Mereka bekerja sampai bintang terbit Neh 4:21  Demikianlah kami melakukan pekerjaan itu, sedang sebagian dari pada orang-orang memegang tombak dari merekahnya fajar sampai terbitnya bintang-bintang. Dan akhirnya mereka berhasil membangun tembok. Segal keberhasilah kita harus disertai dengan kerja keras. Ada proses yang harus dilalui untuk menuju keberhasilan. Tanpa kerja keras maka tidak ada hasil yang di peroleh. Untuk itu kerjakan apa yang menjadi bagian kita di tahun 2010.
  4. Pantang menyerah. Neh 4:7  Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka. Tantangan yang datang tidak membuat Nehemia menyerah. Dia tidak terpengaruh dengan ancaman musuh. Karena dia bersandar kepada Allah. Semua dalam ruang lingkup Allah. Segala sesuatu dapat di kalahkan bersama dengan kuasa Allah.
Mari kita meneladani semangat Nehemia dalam memulai tahun 2010 supaya kita mengalami pembaharuan dan terobosan baru.

Amin, Tuhan Yesus Memberkati
 
share ke akun facebook

Kepunton Chat

turn on/off pengaturan FAQ

silahkan melakukan pendaftaran anggota atau login terlebih dahulu, daftar -- login

share online

Wahyu jana
Date: Sep 07, 2009


Cip..!!! Teruz bangun dan teruz maju. wantuti..iYeS

hak akses (c) 2010 gbis kepunton | Indonesia