06 September 2010

logo

shallom, kasih dan damai sejahtera Kristus menyertai kita sekalian senantiasa :: Tuhan Yesus memberkati
Teladan Bartimeus PDF Cetak E-mail

 

TELADAN BARTIMEUS

( Matius 10 : 46-52 )

 

Seringkali kita salah menempatkan Tuhan dalam hidup kita, adakalanya kita hanya menempatkan Tuhan Yesus sesuai dengan kondisi kita. Misalnya pada saat kita sakit (Tuhan adalah penyembuh), saat kita kesusahan (Tuhan adalah pemberi berkat), saat kita menghadapi jalan yang sulit (Tuhan adalah jalan keluar), dan seterusnya.


Semua ini tidaklah salah, karena Tuhan Yesus Maha Kuasa dan segala-galanya didalam hidup kita. Lalu teladan apa yang bisa kita ambil dari Bartimeus seorang buta yang dapat mengambil perhatian Tuhan Yesus sehingga DIA bahkan menghentikan sejenak perjalanan menuju Yerusalem untuk misi yang besar (misi terakhir yang harus segera dipikul-Nya untuk kesalamatan umat manusia).

 

1. (ayat 47)  Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
Pada saat itu banyak orang menyebut bahwa Yesus orang Nazaret, didalam ayat ini dapat digaris bawahi kata "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!".
Dengan keyakinannya Bartimeus menempatkan Yesus sebagai Mesias (Sang Juru Selamat keturunan Daud), karena saat itu semua orang tahu bahwa Mesias adalah seorang keturunan Daud. Inilah salah satu yang membuat Tuhan mulai mengalihkan perhatiannya.
Bahkan disini dapat kita lihat betapa besar keyakinannya akan Yesus sebagai Tuhan yang turun ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa maut bahkan melebihi dari segala kuasa yang dimiliki-Nya. Bartimeus tahu Yesus dapat menyembuhkannya, maka DIA berseru bukan untuk apa yang dia kehendaki tetapi berserah kepada TUHAN dengan berseru memulikan-Nya.

2. (ayat 48)  Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!
Arti 'menegor', berapa banyak kita mendapat tegoran dari banyak orang, kita dapat terus melakukan sesuatu yang dirasakan mengganggu mereka. Tapi disini kita lihat betapa Bartimeus ini tidak mempedulikan itu bahkan dia semakin keras berseru pada Tuhan dengan menyebut-Nya anak Daud dan bukan dengan sebutan orang Nasaret.
disini kita belajar betapa kita harus meyakini dengan iman bahwa Tuhan akan memperhatikan seruan kita yang dengan sungguh hati.
bahkan Tuhan menghentikan perjalanan pentingnya itu, dan memanggil Bartimeus seorang buta (bukan seorang yang layak, yang rendah dihadapan orang banyak)

3 (ayat 50)  Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.
Jaman dahulu jubah seorang buta selalu dituliskan siapa namanya dan disertai nama ayahnya. begitu juga dengan Bartimeus pada jubahnya tertulis Bartimeus anak Timeus. kita lihat di dalam ayat ini, dengan keyakinan iman Bartimeus melepaskan jubahnnya datang menghampiri Tuhan Yesus. Bartimeus meyakini bahwa dengan kuasa Tuhan Yesus, ia tidak memerlukan jubah itu lagi karena Tuhan Yesus akan berkarya di hidupnya.

Mari kita jadikan Bartimeus sebagai teladan hidup kita, menempatkan Tuhan Yesus sebagai Yang Maha Tinggi (Sang Juru Selamat) yang dapat berkarya lebih dari yang kita tahu tentang DIA. Selalu berseru dan percaya akan kebesaran kuasa-Nya.

AMIN

 
share ke akun facebook

Kepunton Chat

turn on/off pengaturan FAQ

silahkan melakukan pendaftaran anggota atau login terlebih dahulu, daftar -- login

hak akses (c) 2010 gbis kepunton | Indonesia