Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1264786
Pengunjung hari ini : 7
Total pengunjung : 338413
Hits hari ini : 23
Pengunjung Online : 2
Link
Ads by Google
Informasi
  • - I-Teen Camp - UNITY, 20-22 Juni 2018

  • - JPM Community [ Kamis, 7 Juni 2018 Pukul 19.00 ]

  • - Ibadah Wanita [ Senin, 4 Juni 2018 Pukul 17.30 ] pembicara Bpk. Andreas Liem

  • - Penyerahan Anak, Minggu 17 Juni 2018 Ibadah Umum ke-2 Pukul 09.00

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 109 kali

Memberitakan Injil
(I Korintus 9:27)

 

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-KU dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 28:19-20). Perintah Yesus dalam Matius 28 : 19-20 disebut Amanat Agung. Ada beberapa inti dari Matius 28 : 19-20 yang dapat kita perhatikan.

Hakikat Murid -- jadikanlah semua bangsa murid-KU. Menjadi murid dan menjadikan murid merupakan konsep sentral, menjadi murid adalah mengikut guru dan melakukan kehendaknya. Menjadi murid berarti hidup sesuai dengan guru dan membuahkannya dalam bentuk perilaku sehari-hari. Menjadi murid bukanlah sebuah statu, melainkan sebuah gaya hidup dengan misi; supaya mereka melihat perbuatanmu dengan tujuan supaya mereka memuliakan Bapamu (Matius 5:16), disini nampaklah hubungannya menjadi murid dan menjadikan murid. Gaya hidup sebagai murid akan membuat orang lain menjadi murid Tuhan.

Identitas -- baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Seorang murid yang sudah mengikuti gaya hidup Yesus, baptislah mereka harus dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

Belajar dan mengajar -- ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Untuk bisa mengajar perlu belajar terlebih dahulu. Di dalam mengajar kita belajar. Belajar dan mengajar apa? Belajar dan mengajar untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan-NYA kepada kita. Kita belajar bukan sekedar untuk mengetahui melainkan untuk melakukan. Belajar bukan hanya menyangkut ranah pikiran melainkan juga ranah perasaan dan kesediaan untuk melakukan.

Kita dipanggil untuk menghidupi hidup seorang murid sehingga menjadikann orang lain juga murid-NYA, Amanat Agung-NYA bukanlah perintah tentang kuantitas melainkan kualitas kemuridan, bukan perintah untuk mengkristenkan orang tetapi menyuruh kita memuridkan diri sedemikian rupa sehingga kemuridan kita juga memuridkan orang lain sehingga mereka menyerahkan diri untuk dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus serta kehidupan mereka adalah kehidupan senantiasa diajar untuk melakukan kehendak-NYA. Dan tentunya dalam proses tersebut banyak tantangan, janji-NYA ya dan amin bahwa penyertaan-NYA senantiasa atas kita semua.

"TETAPI AKU MELATIH TUBUHKU DAN MENGUASAINYA SELURUHNYA SUPAYA SESUDAH MEMBERITAKAN INJIL KEPADA ORANG LAIN, JANGAN AKU SENDIRI DITOLAK."

(I KORINTUS 9:27)