Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1239292
Pengunjung hari ini : 63
Total pengunjung : 329379
Hits hari ini : 222
Pengunjung Online : 2
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 22 April 2018 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

  • - Katekisasi Baptisan Air 9x pertemuan mulai Kamis, 22 Februari 2018 pukul 18.00 WIB

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

  • - Tifara On Air 94.3 FM support by Immanuel FM - peaceful station -

  • - sekretariat GBIS Kepunton - Jl. AR Hakim 49 Surakarta

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 37 kali

Blessing of Ressurection

 

 

Kebangkitan adalah kemenangan, yang membedakan Yesus dengan tokoh lain. Setan sangat membenci kebangkitan Tuhan dari kematian. Segera setelah kebangkitan, para tokoh agama Yahudi mengeluarkan uang untuk menyebarkan berita bahwa mayat Yesu dicuri (Matius 20:12-13). Masih banyak lagi teori-teori yang menyangkal peristiwa kebangkitan Yesus. 

Kebangkitan Tuhan Yesus membuktikan bahwa Yesus bukanlah manusia biasa. Dengan kebangkitan-NYA, Yesus nayatakan bahwa DIA adalah Anak Allah yang hidup! Kesaksian itu jugalah yang keluar dari mulut perwira Roma yang berjaga di bawah salib Yesus. Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!" (Lukas 23:47).

Yesus adalah pemenang atas maut. Waktu orang masih hidup, status sosial amat diperhitungkan. Apakah yang dapat sejajarkan semua orang tanpa pandang status sosial? Jawabnya adalah kematian. Banyak orang alergi dengan kata mati, seringkali kata halus yang digunakan adalah pergi ke tempat perburuan yang jauh. Bahkan tidak ada yang berani menyebutkan kematian di hadapan raja.

Satu-satunya yang dapat kalahkan maut adalah Tuhan Yesus Kristus. Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut dimanakah kemenanganmu? Hai maut, dimanakah sengatmu? Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum taurat. Tetapi syukur kepada Allah yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita (I Korintus 15:54-58).

Yesus teramat sanggup menyelamatkan kita. Banyak orang mengaku juru selamat atau mesias, tetapi mereka adalah mesias palsu. Lain halnya dengan Yesus Kristus - DIA bangkit dari kematian untuk menyelamatkan kita. Menyelamatkan dengan sempurna, semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi pengantara mereka (Ibrani 7)

Yesus sanggup membangkitkan kita dari kematian. Kebangkitan Kristus adalah kebangkitan yang sulung (I Korintus 15:20-23), artinya akan disusul oleh kebangkitan besar-besaran orang percaya. Pengharapan yang penuh berkat bagi tiap orang percaya.

Pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhab sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita selama-lamanya.

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya tetapi kita semuanya akan DIUBAH dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan DIUBAH. Diubah di dalam kuasa kebangkitan; di dalam kemuliaan, di dalam kekuatan, dan di dalam tubuh rohaniah.

Kebangkitan Kristus memberi blessings untuk orang percaya.

 

sumber : Pdt. Larry Kurniadi di GBIS Kepunton, 8 April 2018