Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1284392
Pengunjung hari ini : 3
Total pengunjung : 344408
Hits hari ini : 5
Pengunjung Online : 2
Link
Informasi
  • - Katekisasi Baptisan Air 9x pertemuan setiap Kamis, dimulai Kamis, 27 September 2018 pukul 18.00 WIB

  • - Baptisan Air, Minggu 25 November 2018 Ibadah Umum ke-2 Pukul 09.00

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

  • - Tifara On Air 94.3 FM support by Immanuel FM - peaceful station -

  • - sekretariat GBIS Kepunton - Jl. AR Hakim 49 Surakarta

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 368 kali

Gandum dan Lalang
(Matius 13:24-30,37-43)

 

 

Perumpamaan tentang gandum dan lalang; gandum adalah orang-orang yang percaya Tuhan dan selamat, lalang adalah orang-orang yang tidak bertobat dan yang ada di dalam Gereja. Di mana saja, pasti selalu ada lalang-lalang yang jadi biang kisruh. Iblis menaburkan benih dosa, kejahatan, perpecahan dan perselisihan pada saat orang beriman lengah.

Tuhan selalu menaburkan benih Firman, karena firman Tuhan yang memerdekakan. Orang Kristen yang tidak berbuah adalah Kristen lalang. Setiap orang yang berbuah, mau melayani Tuhan dan sesama. Ada gandum kurus dan kering, ada gandum yang berubah menjadi lalang. Orang rohani yang kena tipu daya iblis, menjadi jahat. Namun sebaliknya orang-orang yang berdosa, juga bisa bertobat.

Detik pertama kehidupan itu penting, detik terakhir kehidupan itu detik yang terpenting. Selama orang berdosa masih bernapas, maka dia masih memiliki kesempatan untuk bertobat.

Jika mau berubah dan bertobat, Tuhan pasti mau mengampuni, mau menerima dan mampu memulihkan. Terima dan layanilah orang berdosa yang mau masuk dalam persekutuan. Bencilah dosanya, tetapi kasihilah orangnya.