Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1239287
Pengunjung hari ini : 62
Total pengunjung : 329378
Hits hari ini : 217
Pengunjung Online : 2
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 22 April 2018 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

  • - Katekisasi Baptisan Air 9x pertemuan mulai Kamis, 22 Februari 2018 pukul 18.00 WIB

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

  • - Tifara On Air 94.3 FM support by Immanuel FM - peaceful station -

  • - sekretariat GBIS Kepunton - Jl. AR Hakim 49 Surakarta

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 92 kali

Tuhan Selalu Memberi Petunjuk

"Akulah Tuhan, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kau tempuh."
(Yesaya 48:17)

 

Dalam menjalani hidup ini kita sangat membutuhkan tuntunan dan petunjuk dari Tuhan. Pemazmur berkata, "Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan merenungkan Taurat itu siang dan malam." (Mazmur 1:1-2). Alkitab berisi tuntunan dan petunjuk dari Tuhan. Semakin kita mempelajari Firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam semakin kita mengerti apa kehendak Tuhan, dan apa langkah-langkah yang harus kita tempuh sehingga perjalanan hidup kita selalu beruntung dan akan memberi faedah.

Tuhan memberikan contoh kehidupan empat binatang keci;, "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas, pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu, belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur, cicak yang dapat kau tangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja." (Amsal 30:24-28). Semut, meskipun tergolong binatang terkecil dan lemah, ia rajin, ulet dan cekatan. Selain itu semut memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sesamanya, mereka menopang satu sama lain dan bergotong royong. Tuhan menghendaki hal yang demikian, "Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikian kamu memenuhi hukum Kristus." (Galatia 6:2). Belalang, dalam waktu singkat sanggup menghabiskan hasil ladang berkat kerjasama dan ketekunannya.

Masih ada saja orang Kristen yang bukannya saling menopang dan bergotong royong satu sama lain, malah saling sikut, hantam dan saling mendiskreditkan. Pelanduk, binatang lemah teapi mampu membuat rumahnya di atas bukit batu sehingga ia selamat dan aman apabila badai menyerang. Yesus adalah Batu Karang Keselematan kita. Sudah seharusnya kita mempercayakan hidup ini sepenuhnya kepada Dia.

 

"Setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu."
(Matius 7:24)