Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1296569
Pengunjung hari ini : 56
Total pengunjung : 349067
Hits hari ini : 65
Pengunjung Online : 4
Link
Informasi
  • - Katekisasi Baptisan Air 9x pertemuan setiap Kamis, dimulai Kamis, 27 September 2018 pukul 18.00 WIB

  • - Baptisan Air, Minggu 25 November 2018 Ibadah Umum ke-2 Pukul 09.00

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

  • - Tifara On Air 94.3 FM support by Immanuel FM - peaceful station -

  • - sekretariat GBIS Kepunton - Jl. AR Hakim 49 Surakarta

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 351 kali

HIDUP SEBAGAI ORANG UPAHAN
(Ayub 7 : 1-3)

 

 

Menjadi Kristen harus mau hidup tidak enak, berani menderita dan pikul salib, tanpa bersungut-sungut. Berani bergumul, Tuhan menjamin sukses anak-anak Tuhan bukan sementara. Tuhan pasti memulihkan dan memberkati anak-anakNYA.

Jangan menyia-nyiakan waktu kehidupan (Ayub 14:6).Saat kita di garis akhir kehidupan, kita akan menerima pahala atas semua yang sudah kita kerjakan. Hidup untuk Kristus dan mati pun untung, inilah tujuan hidup orang-orang beriman (Mazmur 90:10). Tujuan hidup di Surga lebih penting dibandingkan dengan tujuan hidup di dunia. Kita harus bisa melihat tujuan yang tidak kelihatan yakni Surga yang mulia.

Saat kita mengerti tujuan hidup maka kita tidak akan berkeluh kesah. Hidup untuk Kristus maka mati pun untung merupakan tujuan dan prisnsip hidup yang paling tegar dan kukuh. Jangan lelah di dalam bekerja di ladang Tuhan (Hakim-Hakim 8:4). Setiap tugas yang Tuhan berikan dalam hidup kita pasti ada indahnya.

Jika kita berhenti melayani, kesempatan dan keindahan itu akan hilang dan tidak bisa diulang lagi. Pikul salib, mematikan daging dan melayani Tuhan adalah cara hidup orang beriman.

Kita harus bekerja seperti hamba bagi Tuhan. Seperti budaknya Allah, hidup ini untuk melakukan kehendakNYA. Tujuan hidup memperhatikan perkara Surga, tidak hanya perkara-perkara di dunia. Kematian bukanlah perkara yang menakutkan bagi orang percaya, tetapi menjadi suatu perkara yang sangat indah. Di Surga, orang beriman yang mati ada dalam suasana yang berbahagia. Orang yang mati di luar Tuhan mengalami penderitaan dan kesusahan yang kekal.

Surga menjadi tujuan hidup kita, bukan perkara yang fana di dalam dunia.


sumber : Pdt. Jonatan Jap Setiawan di GBIS Kepunton, 21 Januari 2018