Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1193122
Pengunjung hari ini : 28
Total pengunjung : 318665
Hits hari ini : 99
Pengunjung Online : 1
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Camp Pria Sejati diadakan 21-23 September 2017

  • - Doa Malam - Selasa, 5 September 2017 pukul 19.30

  • - Ibadah Wanita - Senin 4 September 2017 - Pembicara: Ibu Trifena Yuliati

  • - Penyerahan Anak dilaksanakan Minggu, 17 September 2017 di ibadah ke-2 pkl 09.00

  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 26 November 2017 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 26 kali

PELAYANAN

 

 

Pelayanan bukanlah kegiatan yang membuat seseorang terlalu sibuk. Pelayanan yang dilakukan-NYA dimulai dengan menjalin hubungan pribadi, lalu menyatakan sikap yang benar dan bersedia dipakai oleh Tuhan. Melayani Tuhan itu merupakan bukti dari pengabdian yang sungguh-sungguh.

 

Bagi orang percaya, kasih-ketaatan dan pelayanan itu sama, jika kita mengasihi Tuhan, kita akan rela melayani orang-orang lain sesuai dengan kehendak Tuhan. Pelayanan Kristiani merupakan pengabdian yang penuh rasa terima kasih kepada Tuhan-mengabdikan diri seluruhnya kepada-NYA.

 

Pelayanan yang berkenan di hadapan Tuhan dimulai dengan menjalin hubungan dengan DIA. Keajaiban akan terjadi kalau kita menyerahkan diri untuk menjadi hamba Kristus, merendahkan diri di bawah kehendak-NYA. Kalau motivasi hubungan kita dengan Yesus itu keluar dari hati yang tulus dan penuh pujian kepada-NYA, maka hati dan pikiran kita dipenuhi oleh kehendak-NYA. Kita dapat melayani Tuhan secara efektif kalau kita menjadi orang yang sesuai dengan kehendak-NYA dan berada di tempat yang sesuai dengan kehendak-NYA. Cara hidup kita harus dapat membuat orang-orang lain mengerti apa yang dimaksudkan dengan Injil. Kehidupan kita seharusnya berbicara kepada mereka, siapa Yesus.

 

Pelayanan Kristiani tidak menyebabkan rusuh karena terlalu sibuk, kalau pelayanan saudara terlalu banyak karena diri sendiri yang membuatnya berarti kita bekerja lebih banyak daripada yang sudah Tuhan tentukan bagi kita. Segala pelayanan harus berasal dari Tuhan dan harus dibarengi dengan doa. Mengingat adanya suami/istri, anak-anak dan orang tua, Tuhan tidak menghendaki tanggung jawab kita terhadap mereka terabaikan karena kita melakukan kegiatan gereja. Pelayanan yang kita persembahkan kepada Tuhan bukan dengan kekuatan kita sendiri tetapi dengan kekuatan Roh Kudus yang memberi kesanggupan kepada kita untuk melaksanakan pelayanan yang sesuai kehendak-NYA.

 

Kunci perubahan seseorang dalam pelayanan adalah pengabdian. Abdikanlah diri kita untuk menyenangkan hati Tuhan, maka kita akan bebas dari keinginan untuk menyenangkan diri sendiri yang dapat melayanan itu sendiri. Janganlah kita melakukan hal-hal yang kurang perlu, tetapi hendaklah kita bersukacita melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk sesama dan bagi kemuliaan-NYA.

 

"... jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugrahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus."
(I Petrus 4 : 11)