Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1193124
Pengunjung hari ini : 28
Total pengunjung : 318665
Hits hari ini : 101
Pengunjung Online : 1
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Camp Pria Sejati diadakan 21-23 September 2017

  • - Doa Malam - Selasa, 5 September 2017 pukul 19.30

  • - Ibadah Wanita - Senin 4 September 2017 - Pembicara: Ibu Trifena Yuliati

  • - Penyerahan Anak dilaksanakan Minggu, 17 September 2017 di ibadah ke-2 pkl 09.00

  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 26 November 2017 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 34 kali

FATHERHOOD
(I Tesalonika 2:7-12)

 

 

Fatherless? Beberapa temuan yang didokumentasikan dari buku Father's Connection by Josh; Ketidakhadiran ayah merupakan faktor utama yang lebih kuat dari kemiskinan yang menyebabkan anak-anak dibawah umur melanggar hukum/memberontak (Dr. Loren Moshen); Kehadiran dan percakapan dengan ayah secara khusus pada saat makan malam, telah merangsang seorang anak untuk berprestasi lebih baik di sekolah (Dr. Marthin Deutsch); Ketidakhadiran ayah secara emosi maupun fisik mengakibatkan rendahnya motivasi untuk pencapaian, ketidak mampuan untuk membedakan kenikmatan sesaat dengan akibat yang akan datang, rendah diri, dan cenderung dipengaruhi oleh kelompok dan pelanggaran hukum anak di bawah umur (DR Armand Nicholi).

 

Betapa pentingnya sosok seorang bapak.

Mengekpresikan cinta, bukanlah sifat alami laki-laki. Itu alasan utama, kenapa Tuhan memerintahkan kepada laki-laki untuk mengasihi istrinya; Karena laki-laki HARUS BELAJAR untuk mengasihi. Alkitab tidak pernah menyuruh istri untuk mengasihi suami; Karena mengasihi adalah sifat alami wanita! Mereka tidak perlu disuruh lagi. Tetapi istri/wanita diperintahkan untuk menghormati dan tunduk pada suami; Karena istri/wanita susah untuk tunduk. 

Tanggung jawab seorang bapak adalah mengajarkan kerja keras dan kehidupan. Seorang anak akan bagaimana melihat bapa nya bekerja dalam hidup sehari-harinya. Mereka akan melakukan yang sama.

Pertanyaanya, mereka melihat integritas atau melihat gaya hidup duniawi? Seorang anak belajar dengan melihat dan seorang anak belajar dengan mencoba. Seorang Bapa Harus RELA kehilangan control demi anaknya bisa berkembang.

Perilaku kita ditentukan dari apa yang kita percayai. Bapa adalah pemimpin rohani yang akan selalu membawa keluarga kita dekat dengan Tuhan atau menjauh dari Tuhan. Tanggung jawab Bapa sebagai pemimpin rohani bukan hanya berlaku hari Minggu, bukan hanya dengan mengajak anak ke gereja.

Bapa yang baik adalah seorang pendengar yang baik. Hati seorang anak adalah seperti sumur yang dalam; Harus diupayakan, dirawat, dibersihkan supaya airnya membual.

 

sumber : Pdt. Decky Pendowo di GBIS Kepunton, 26 November 2017