Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1187227
Pengunjung hari ini : 90
Total pengunjung : 316528
Hits hari ini : 159
Pengunjung Online : 2
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Camp Pria Sejati diadakan 21-23 September 2017

  • - Doa Malam - Selasa, 5 September 2017 pukul 19.30

  • - Ibadah Wanita - Senin 4 September 2017 - Pembicara: Ibu Trifena Yuliati

  • - Penyerahan Anak dilaksanakan Minggu, 17 September 2017 di ibadah ke-2 pkl 09.00

  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 26 November 2017 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 29 kali

Kerendahan Hati adalah Kekuatan
(I Petrus 5:5b)

 

 

Setiap kita akan mengalami masa pembentukan Allah dan masa pembentukan Allah itu tentunya banyak hal-hal yang tidak mengenakkan kita. Untuk dapat melewati masa pembentukan Allah dengan berhasil dibutuhkan karakter kerendahan hati. Banyak orang berkata bahwa mereka rendah hati, tetapi perbuatannya menyangkal perkataan mereka sendiri. Kerendahan hati berarti kita dapat menerima semua proses Allah dengan baik tanpa bersungut-sungut.


Kerendahan hati juga berarti kita seperti tanah liat yang siap dibanting, dipukul-pukul, dijemur, dibakar sampai akhirnya proses selesai. Kerendahan hati juga membuat kita tidak menjadi sombong ketika diangkat Allah karena semua adalah kasih karunia.


Ciri-ciri orang yang rendah hati adalah mengandalkan Tuhan. Orang yang rendah hati mengerti bahwa kemampuannya terbatas sehingga selalu bergantung kepada Tuhan. Orang yang mengandalkan Tuhan bukanlah orang lemah melainkan orang-orang terkuat di bumi sebab Tuhan Allah yang Maha Kuasa beserta mereka.
Ciri yang kedua adalah mengadu kepada Tuhan. Orang yang rendah hati tidak akan mencari pembelaan dari diri sendiri atau manusia, tetapi mencari pembelaan dari Bapa di Sorga yang Maha Tahu. Jika dalam masa-masa pembentukan/proses Allah mengalami konflik dan tidak bersalah maka orang yang rendah hati tidak akan mencari pembelaan manusia dan sungguh pembelaanNYA luar biasa.


Kerendahan hati yang dikembangkan dengan tulus di hadapan Allah akan membuat kita dapat melewati masa pembentukan dengan baik dan menyambut waktu-waktu Ilahi yang Tuhan siapkan bagi kita.


Ada seorang istri yang gaya hidupnya boros dan sombong, suatu ketika Tuhan proses dengan keadaan dimana suaminya sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Istri ini tidak mau merendahkan hati di hadapan Tuhan dengan mengandalkan Tuhan serta mengadu kepada Tuhan, justru istri ini mengandalkan dirinya dengan jalan-jalannya sendiri serta mengadu kepada orang yang tidak obyektif melihat masalahnya. Akhirnya istri ini menggugat cerai suaminya serta meninggalkan anak-anaknya. Secara pandangan dunia hal tersebut betul tetapi di pandangan Tuhan hal ini menunjukkan tidak adanya iman, kesetiaan, dan ketaatan pada Firman Tuhan. Sebenarnya kalau istri ini memiliki kerendahan hati maka Tuhan akan memampukan untuk melewati proses pembentukan untuk menjadikan istri ini memiliki karakter Kristus. Dan jika proses pembentukan selesai pada bidang karakter maka Tuhan akan memulihkan semuanya seperti yang dialami Ayub (Ayub 42:10). Ada pula seorang karyawan yang temperamennya agak tinggi, karena difitnah rekan kerjanya dimaki-maki oleh pimpinanya, karena tidak mengandalkan Tuhan dan mengadu kepada Tuhan, karyawan ini memakai jalan-jalannya sendiri dan atas nasihat orang diluar Tuhan maka karyawan ini mencelakai pimpinannya. Secara dunia hal ini dianggap sebagai pembelaan yang tidak salah tetapi sebenarnya kalau karyawan ini memiliki kerendahan hati maka Tuhan akan memampukan untuk melewati proses pembentukan karakter dan melihat pembelaan Tuhan atas masalahnya.

Salah satu kekuatan kita adalah kerendahan hati oleh sebab itu lewatilah semua masa pembentukan Allah dengan merendahkan dirimu di tangan Tuhan yang kuat, supaya kita ditinggikanNYA pada waktunya.



"Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati"
(I Petrus 5:5b)