Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1275430
Pengunjung hari ini : 88
Total pengunjung : 341464
Hits hari ini : 256
Pengunjung Online : 1
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Katekisasi Baptisan Air 9x pertemuan setiap Kamis, dimulai Kamis, 27 September 2018 pukul 18.00 WIB

  • - Baptisan Air, Minggu 25 November 2018 Ibadah Umum ke-2 Pukul 09.00

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

  • - Tifara On Air 94.3 FM support by Immanuel FM - peaceful station -

  • - sekretariat GBIS Kepunton - Jl. AR Hakim 49 Surakarta

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 813 kali

SEPERTI BURUNG RAJAWALI
(Yesaya 40 : 29-31)

 

 

Dalam kehidupan kekristenan ada kalanya merasa kuat, hebat, beriman, rohani tetapi ada kalanya juga merasa lemah, tidak berdaya bahkan tak berguna. Pada saat merasa lemah dan tak berdaya kita diingatkan dalam Yesaya 40:29 "Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada daya". Pada saat kita mengarahkan mata kepada Tuhan dan memohon kekuatan-NYA memenuhi kita, maka orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru, mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (Yesaya 40:31).

Mengapa Tuhan memakai burung rajawali untuk mengumpamakan orang yang berharap dan menantikan-NYA supaya kekuatannya dipebaharui-pengharapannya ditumbuhkan kembali dan diberi jaminan untuk hidup berkemenangan?

 

RAJAWALI PANDANGANNYA TAJAM

Rajawali memiliki kelebihan daripada burung lainnya karena pandangan mata yang tajam. Tuhan ingin kita memiliki pandangan yang tajam, perasaan peka dan kemampuan melihat sesuatu lebih daripada orang lain. Dan untuk memiliki pandangan yang tajam ia harus mempunyai kehidupan yang akrab dengan Tuhan. Orang yang mempunyai kedekatan dengan Tuhan akan terpengaruh oleh karakter/sifat Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita membutuhkan pandangan yang tajam. Kita membutuhkan kejelian-kepekaan-ketajaman iman dalam tiap keputusan dan pilihan kita. Orang yang menanti-nantikan Tuhan akan diberi pandangan iman yang tajam sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh persoalan/permasalahan.

RAJAWALI MAMPU MENGUBAH KESULITAN MENJADI KESEMPATAN

Rajawali tidak takut pada gelombang, masalah atau arus yang besar, justru mempermainkannya bahkan bisa beria-ria diatas gelombang. Orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan dan berharap kepada-NYA akan memiliki kemampuan seperti rajawali yang tidak dipermainkan gelombang kehidupan ini tetapi seperti peselancar yang beria-ria diatas gelombang kehidupan. Yang percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-NYA.

RAJAWALI MEMBERI DIRI DILATIH

Disaat rajawali sudah tidak bisa terbang lagi, ia masih pergi ke air terjun dan membiarkan air terjun menggunduli semua bulunya dan memasang badannya diterpa air terjun sehingga urat-urat, otot-otot dan syarafnya menjadi kuat. Orang-orang yang menanti-nantikan dan berharap pada Tuhan akan mampu dirinya diterpa air-NYA yaitu Firman-NYA dan berjemur dibawah matahari kebenaran yaitu Tuhan Yesus sendiri, sehingga otot-otot kerohaniannya menjadi kuat serta kemenangan akan dimilikinya.

 

Adakah saat ini kita dalam posisi kerohaniannya lemah? Tetap nati-nantikan Tuhan, jangan berkonsentrasi pada kelemahan/kelesuan. Datanglah pada Tuhan Yesus dan sungguh kekuatan kita akan diperbaharui seperti burung rajawali.