Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1259337
Pengunjung hari ini : 71
Total pengunjung : 336306
Hits hari ini : 195
Pengunjung Online : 5
Link
Ads by Google
Informasi
  • - I-Teen Camp - UNITY, 20-22 Juni 2018

  • - JPM Community [ Kamis, 7 Juni 2018 Pukul 19.00 ]

  • - Ibadah Wanita [ Senin, 4 Juni 2018 Pukul 17.30 ] pembicara Bpk. Andreas Liem

  • - Penyerahan Anak, Minggu 17 Juni 2018 Ibadah Umum ke-2 Pukul 09.00

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 395 kali

MEMPERHATIKAN ANGIN DAN AWAN
(Pengkotbah 11 : 4-5)

 

 

Melalui Pengkotbah 11:4-5, kita banyak memperoleh hikmat dan nasehat yang perlu diperhatikan untuk kehidupan anak-anak Tuhan. Angin menggambarkan perkara-perkara yang sia-sia (Pengkotbah 1:14). Jangan hanya sibuk dengan perkara yang sia-sia.

Jangan hanya sibuk memperhatikan perkara-perkara jasmani yang seringkali hanyalah perkara-perkara angin. Perkara-perkara rohani juga harus diperhatikan. Saat kita memperhatikan angin; kita tidak bisa menabur perkara Ilahi dan juga tidak bisa menuai berkat, pertolongan dan mujizat Tuhan.

Sebagai anak-anak Tuhan kita cukup memperhatikan Firman Tuhan. Satu atau dua tahun sesudah menjadi Kristen; seharusnya sudah bisa mendapatkan jamahan, pertolongan dan berkat Tuhan. Motivasi yang salah dan tidak memperhatikan Firman Tuhan maka hidupnya akan mudah memperhatikan kata-kata orang dan kata-kata dunia, yang sia-sia.

Orang yang suka memperhatikan perkara sia-sia, apa kata orang dan apa kata dunia maka hidupnya akan mudah kacau dan terombang-ambing.

Kita harus punya pendirian dan pengertian akan Firman Tuhan. Jika hidup kita hanya memperhatikan angin, kita tidak dapat menabur untuk perkara yang kekal dan tidak bisa menuai berkat yang indah (Matius 25 : 4-6). Tuhan mengharuskan kita untuk bekerja dan rajin dalam setiap usaha kita (II Tesalonika 3:10).

Awan dan hujan menggambarkan berkat Tuhan (Imamat 26:4 dan Yesaya 18:4). Jangan memandang awan atau berkatnya orang lain, kita bisa jadi iri. Rasa tidak puas ini akan mengganggu kita, sehingga bagian berkat kita sendiripun jadi tidak bisa kita tuai.

Apa yang sudah Tuhan berikan pada kita, baik jasmani dan rohani; nikmatilah, tuailah dan makanlah dengan sukacita (Ulangan 12:7). Setiap orang ada ukurannya sendiri dan itu yang terbaik dari Tuhan. Jangan melihat awannya orang lain, bisa-bisa nanti tidak menuai berkat-berkat kita sendiri (Matius 25:26).

Bersukacitalah dan puaslah dengan segala berkat yang ada (Mazmur 32:11).

 

sumber : Pdt. Jonatan Jap Setiawan di GBIS Kepunton, 03 September 2017