Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1193103
Pengunjung hari ini : 28
Total pengunjung : 318665
Hits hari ini : 80
Pengunjung Online : 2
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Camp Pria Sejati diadakan 21-23 September 2017

  • - Doa Malam - Selasa, 5 September 2017 pukul 19.30

  • - Ibadah Wanita - Senin 4 September 2017 - Pembicara: Ibu Trifena Yuliati

  • - Penyerahan Anak dilaksanakan Minggu, 17 September 2017 di ibadah ke-2 pkl 09.00

  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 26 November 2017 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 150 kali

Berdiri Di Atas Tekanan

(I Raja-Raja 19 : 1-21)

  

Ada banyak hal yang dapat menekan hidup seseorang, ada banyak masalah yang dapat membelenggu hidup seseorang, ada banyak persoalan yang dapat menjerat seseorang sehingga tidak berdaya. Nabi Elia adalah seorang hamba Tuhan yang luar biasa, tetapi ia juga manusia biasa yang juga mengalami putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya karena mengalami tekanan dan teror. Bagaimana tanggapan Tuhan?

 

Tuhan memerintahkan Elia keluar (I Raja-Raja 19:11a)


Saat Elia berada dalam gua, dia hanya menjumpai kegelapan karena cahaya yang hanya dari mulut gua itu. Kegelapan itu membuat pikirannya semakin gelap sehingga tidak dapat melihat bahwa sesungguhnya dibalik masalah itu ada terang kasih Allah yang tetap bersinar atas kehidupannya. Demikian dengan kita yang sedang mengalami ancaman-ancaman, kesulitan, intimidasi, teror yang membuat kita tertekan. Mungkin ancaman/kesulitan/teror itu berupa vonis dokter yang mengatakan sudah tidak harapan, mungkin ancaman PHK, mungkin hubungan suami istri diambang perceraian. Jangan seperti nabi Elia yang masuk ke dalam gua yang justru terbelenggu oleh semuanya itu tetapi seperti yang Tuhan perintahkan untuk keluar, keluar dari lubang keputusasaan dan percayailah Firman Tuhan. Sebesar apapun pergumulan dan kesulitan yang kita hadapi, ada sepasang mata yang memperhatikan dan siap mengulurkan tanganNYA untuk menolong kita.

 

Tuhan memerintahkan Elia berdiri di atas gunung (I Raja-Raja 19:11b)

Perintah-NYA kepada nabi Elia untuk keluar dan berdiri di atas gunung di hadapan Tuhan. Itupun perintah bagi kita yang mengalami tekanan hidup, yaitu berdiri dengan iman diatas gunung-gunung persolaan kita di hadapan Tuhan. Ketika iman kita dibawa ke hadapan Tuhan, kita bergaul akrab dengan Tuhan maka masalah sebesar apapun DIA sanggup menyelesaikan buat kita.

 

Tuhan memerintahkan Elia untuk kembali ke jalan-NYA (I Raja-Raja 19:15)

Ketika Elia taat dan kembali ke jalan Tuhan, ada satu tugas besar yang menantinya. Kalau kita sedang berjalan di jalur yang salah, taatilah untuk kembali di jalan Tuhan. Kalau kita ingin mengalami pemulihan, dipakai-NYA dan diberkati, jangan keraskan hati untuk berjalan menurut keinginan kita sendiri. Mungkin diantara kita juga mengalami tekanan seperti nabi Elia, sudah putus asa. Marilah kita keluar dari belenggu tekanan serta dengan iman berdiri diatas tekanan itu serta bawa semuanya di hadapan Tuhan. Dan intropeksi diri apakah jalan yang kita tempuh sudah sesuai jalan-jalanNYA? Apakah kita sedang terlena dengan tawaran dunia ini? Jangan tunda-tunda untk kembali di jalan-NYA, ketika kita kembali ke jalanNYA dan taat maka mujizatNYA atas kita.