Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1145687
Pengunjung hari ini : 53
Total pengunjung : 302914
Hits hari ini : 77
Pengunjung Online : 2
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Penyerahan Anak dilaksanakan Minggu, 19 Maret 2017 di ibadah ke-2 pkl 09.00

  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 21 Mei 2017 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

  • - Katekisasi Baptisan Air 9x pertemuan mulai Kamis, 28 Maret pukul 18.00 WIB

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

  • - Tifara On Air 94.3 FM support by Immanuel FM - peaceful station -

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 46 kali

Rendah Hati dan Taat

 

Dalam II Raja-Raja 5:1, dituliskan "Naaman, panglima Raja Aram, adalah seorang yang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia Tuhan telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta."

Naaman dapat merenungkan semua kehbatannya, ia dapat menikmati kekuasaannya dan jabatannya, ia dapat mengagumi keluarga dan kekayaannya, tetapi semuanya itu tampak sirna tatkala ia memandang dirinya bahwa ia kusta.

Orang kusta saat itu diasingkan dan direndahkan. Kalau sebelumnya orang memperlakukannya dengan hosrmat, sekarang tidak ada yang sudi menyentuhnya dan itu sangat melukai hati Naaman.

Kondisi Naaman selanjutnya penuh dengan kekontrasan, Naaman sang panglima justru mendapat arahan dari gadis kecil budaknya. Naaman si penakluk justru mendapat pertolongan di negeri yang ia taklukkan. Naaman orang yang terpandang justru mendapat pengobatan dari nabi Elisa yang sederhana. Naaman orang yang kaya justru menjadi sembuh di sungai yang kotor.

Mengapa Naaman harus turun untuk mendapat kesembuhan? Allah bukan sedang meminta syarat atas peneyembuhanNYA, IA hanya sedang menguji ketaatan Naaman. Naaman merendahkan diri sehingga ia mendapat jamahan Allah dan disembuhkan dengan cara yang tidak seperti dibayangkannya. Setelah mengalami anugerah Allah, Naaman tidak hanya berubah secara fisik, tetapi juga secara spritual (II Raja-Raja 5:15).

Demikian pula dengan kita saat ini, adakah penyakit yang sedang mendera kita? Masalah apakah yang sedang menghampiri kita? Ada kalanya kita harus bergeser ke bawah sebelum kita mulai naik. Kita harus melihat kematian dulu sebelum melihat kehidupan. Allah sering memilih untuk menyentuh kita ketika kita merendahkan diri dihadapanNYA. Dengan benar-benar taat, kita akan menerima berkatNYA dan jamahanNYA.


"Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya."
(I Petrus 5:6)