Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1167719
Pengunjung hari ini : 44
Total pengunjung : 309504
Hits hari ini : 109
Pengunjung Online : 1
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Konser Doa Anak - Kamis, 17 Agustus 2017 pukul 14.30-16.30

  • - Penyerahan Anak dilaksanakan Minggu, 18 Juli 2017 di ibadah ke-2 pkl 09.00

  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 21 Mei 2017 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

  • - Katekisasi Baptisan Air 9x pertemuan mulai Kamis, 28 Maret pukul 18.00 WIB

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 144 kali

BERKAT DIBALIK KESULITAN

 


Hidup kita senantiasa diwarnai tantangan dan pergumulan. Bahkan orang Kristen sekalipun akan mengalami banyak tantangan dalam kehidupannya. Terkadang kita bertanya-tanya kepada Allah, mengapa Allah membiarkan kesulitan menimpa kita. Sesungguhnya ada berkat di setiap penderitaan dan kesulitan yang Allah ijinkan hadir dalam kehidupan kita. Ada tiga tujuan Allah mengijinkan penderitaan menghampiri kita.

1. Untuk mengoreksi kita
Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar, sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! (Wahyu 3:19). Ada dua jenis orang yang setelah menerima teguran langsung luluh hatinya-mengoreksi diri serta bertobat dan ada orang yang setelah menerima teguran tetap keras hati, orang yang demikian perlu dihajar oleh Tuhan. PenghajaranNYA diberikan dengan dasar kasih dan dengan tujuan kebaikan. Tujuan penghajaran adalah menjadikan kita manusia yang lebih baik dan berkenan di hadapan Allah. Jadi setiap kesulitan yang kadang sebagai penghajaran dari Allah harus kita terima dengan rasa syukur. Meskipun sudah ada ketetapan-ketetapanNYA tetap saja kita sering menyimpang, karena itu Allah sering mengingatkan kita untuk berbalik kepadaNYA melalui berbagai macam cara, kesulitan hidup adalah satu dari antaranya.

2. Untuk memurnikan kita
Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak, dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN (Maleakhi 3:3). Allah akan memurnikan hidup kita seperti pandai besi yang melebur emas dalam api untuk memisahkan logam mulia yang asli. Sekalipun Tuhan harus mengijinkan api kesulitan datang dalam hidup kita untuk menampi kita, membuang hal-hal yang kotor dalam hidup kita dan memurnikan hidup kita, ingatlah kesulitan dan penderitaan itu singkat, tetapi melalui penderitaan yang singkat itu Tuhan telah menyediakan berkat-berkat kekal sehingga kita lebih berharga dimataNYA.

3. Untuk kita berbuah
Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNYA dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNYA, supaya ia lebih banyak berbuah (Yohanes 15:20. Membersihkan ranting itu memakai pisau, tentu proses yang menyakitkan tetapi itu untuk kebaikan kita supaya bisa bwerbuah lebih banyak. Begitu pula bila kesulitan menimpa hidup kita, mari kita sadari sebagai cara Allah untuk mengalirkan berkat-berkatNYA dalam hidup kita dan membuat kita bisa berbuat lebih banyak.

Jika saat ini Tuhan ijinkan kesulitan dan penderitaan menghamiri kita, percayalah Tuhan sedang merenda hidup kita untuk menjadi indah dihadapanNYA.

"Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu."
(Mazmur 119 : 67 dan 71)