Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1259317
Pengunjung hari ini : 68
Total pengunjung : 336303
Hits hari ini : 175
Pengunjung Online : 1
Link
Ads by Google
Informasi
  • - I-Teen Camp - UNITY, 20-22 Juni 2018

  • - JPM Community [ Kamis, 7 Juni 2018 Pukul 19.00 ]

  • - Ibadah Wanita [ Senin, 4 Juni 2018 Pukul 17.30 ] pembicara Bpk. Andreas Liem

  • - Penyerahan Anak, Minggu 17 Juni 2018 Ibadah Umum ke-2 Pukul 09.00

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 410 kali

KASIH DAN KEMURAHAN ALLAH
(ROMA 5:6-11)

 

 

Tuhan Yesus mati karena KASIH (Yohanes 3:16). Banyak orang yang berani mati untuk orang yang baik atau alasan dunia; tetapi untuk orang benar belum tentu, apalagi untuk orang yang bersalah. Kasih Allah begitu luar biasa, Dia mengasihi orang-orang yang memusuhi Dia (Roma 5:5 dan Matius 5:45)). Semua yang ada pada kita, hingga kita bisa hidup sampai sekarang ini, adalah anugerah Tuhan semata-mata.

Banyak orang tidak mengerti dan tidak dapat mengucap syukur akan pengorbanan Tuhan Yesus yang penuh kasih, bahkan banyak orang mempeributkannya (Yohanes 10:19). Kasih Allah seharusnya damai dan baik-baik saja (Lukas 12:51), hal ini akan terjadi di dalam kehidupan orang yang tidak percaya. Kasih adalah kekerasan Allah agar orang berdosa bertobat.

Hiduplah di dalam kasih, hidup yang mau berkorban (Yohanes 15:12-13); hidup yang berkorban tanpa hitung-hitungan dunia. Berkasih-kasihan itu berat dan seringkali merugikan bagi yang mengasihi.

Belajar mengasihi sejak awal, belajar meskipun kondisinya jelek meskipun orangnya jahat-jahat. Kemurahan Allah itu bukan hanya untuk orang-orang beriman, tapi juga untuk orang-orang berdosa (Yehezkiel 33:11).

Kemurahan Allah masih ada buat orang berdosa yang mau bertobat. Pertobatan yang sungguh-sungguh mendatangkan pertolongan dan pemulihan dari Tuhan. Kemurahan Allah begitu besar bagi anak-anak Allah yang jatuh. Tapi kemurahan Allah lebih besar lagi bagi anak-anak Allah yang tetap hidup benar.

Kehendak Allah untuk kehidupan kita anak-anakNYA adalah meneruskan keselamatan kepada orang lain (I Korintus 9:16).