Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1145722
Pengunjung hari ini : 55
Total pengunjung : 302916
Hits hari ini : 112
Pengunjung Online : 3
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Penyerahan Anak dilaksanakan Minggu, 19 Maret 2017 di ibadah ke-2 pkl 09.00

  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 21 Mei 2017 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

  • - Katekisasi Baptisan Air 9x pertemuan mulai Kamis, 28 Maret pukul 18.00 WIB

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

  • - Tifara On Air 94.3 FM support by Immanuel FM - peaceful station -

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 112 kali

Pertolongan Tuhan

(Mazmur 55:23)

 

 

Ada seseorang wanita tua yang bekerja mencuci baju, dan setiap hari mengangkat tempat cucian diatas kepalanya. Setiah hari dia harus mengangkat beban berat itu diatas kepalanya. Suatu hari ada seorang laki-laki yang bersedia menolongnya untuk mengantar wanita itu agar wanita tersebut tidak lagi harus mengangkat beban diatas kepalanya. Namu apa yang terjadi, ketika wanita itu sudah mendapat pertolongan; wanita itu tetap menaruh beban itu diatas kepalanya meskipun sudah di dalam mobil. Wanita itu merasa bahwa tumpangan itu hanya untuk dia bukan untuk beban yang diangakt diatas kepalanya.

 

Seringkali kita sebagai anak-anak Tuhan juga berbuat yang sama dengan wanita tua itu. Serahkanlah beban kita kepada kita, terima pertolongan Tuhan di dalam hidup kita. Hiduplah berbahagia di dalam Tuhan; percayalah kasihNYA sempurna di dalam hidup kita, penyertaanNYA senantiasa hadir dalam hidup kita. Orang-orang menangis karena beban-bebannya dan memikirkan beban orang lain; belajar menyerahkan beban hidup kita kepada Tuhan. Kecil atau besar permasalahan kita serahkan kepada Tuhan; Tuhan terlebih besar dari permasalahan kita, permasalah kita terlalu kecil untuk Tuhan selesaikan. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

 

Sebagai seorang raja, Yosafat harus melindungi bangsanya. Akan tetapi ada serangan laskar yang besar pada bangsanya, situasi ini membuat Yosafat berhadapan dengan kebingungan yang besar. Yosafat dan bangsanya menghadapi sekutu besar yang menyerang, dan ia tahu tidak dapat dapat menghadapinya; Yosafat mencari pertolongan Tuhan terlebih dahulu bukan mengandalkan kekuatannya atau mencari pertolongan dari bangsa lain (2 Tawarikh 20:1-15). Penderitaan dan kesedihan hidup muncul karena adanya ketidakpercayaan dan ketakutan di dalam diri kita sendiri. Saat kita menghadapi permasalahan hidup, carilah Tuhan Yesus terlebih dahulu; jangan terburu-buru mengandalkan diri kita atau mencari pertolongan dari orang lain; berdoalah dan minta pertolongan Tuhan.

 

Sekali sudah diserahkan kepada Tuhan, serahkanlah selamanya dan janganlah kuatir lagi. Jika kita ingin benar-benar bebas dari segala permasalahan kita; bangun hubungan dengan Tuhan melalui doa dan puasa. Tuhan Yesus akan berperang ganti kita menghadapi segala permasalahan hidup kita.

 

Saat kita merendahkan diri kita di hadapan Tuhan, maka Tuhan Yesus sendiri yang akan mengangkat kita (Lukas 8 : 41-56).

 

 

sumber : Pdt. Philip Jayabalan di GBIS Kepunton, 12 Maret 2017