Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1181231
Pengunjung hari ini : 45
Total pengunjung : 314179
Hits hari ini : 75
Pengunjung Online : 1
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Camp Pria Sejati diadakan 21-23 September 2017

  • - Doa Malam - Selasa, 5 September 2017 pukul 19.30

  • - Ibadah Wanita - Senin 4 September 2017 - Pembicara: Ibu Trifena Yuliati

  • - Penyerahan Anak dilaksanakan Minggu, 17 September 2017 di ibadah ke-2 pkl 09.00

  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 26 November 2017 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 228 kali

HIKMAT ALLAH
(Pengkotbah 10:2)

 

Orang yang berhikmat, mata hatinya ada di tangan kanan; sedangkan orang yang bebal, mata hatinya ada di tangan kiri. Hikmat manusia terbatas, oleh sebab itu yang dimaksud dari Firman ini adalah hikmat yang berasal dari Allah (Yakobus 3:15-18).

Perbedaan hikmat dari surga dan hikmat dunia. Orang dunia memiliki kepandaian, namun seringkali kepandaian itu dicampur dengan kecurangan dan ketidakjujuran. Kepandaian yang digunakan dengan kecurangan dan ketidakjujuran pasti mendatangkan bencana. Hikmat dunia tidak memperhatikan kesucian dan tidak memperhatikan kebenaran.

Untuk mencapai kesuksesan dan kepuasan seringkali hikmat dunia menghalalkan segala acara, semua yang dikerjakan semata-mata untuk kepentingan diri sendiri.

Namun hikmat yang dari Allah, akan menjadikan segala sesuatu yang dikerjakan akan selalu berhasil dan tidak mudah dicurangi oleh orang lain; namun juga tidak mau mencurangi atau tidak jujur kepada orang lain. Orang yang dipenuhi dengan hikmat Allah, pasti memiliki kepandaian namun juga diperlangkapi dengan kelihaianyang memperhatikan orang lain serta membawa damai untuk orang-orang disekitarnya.

Untuk memperoleh hikmat Allah maka yang pertama harus diperbuat adalah TAKUT AKAN TUHAN (Amsal 1:7). Pengetahuan yang dimaksud di dalam kitab Amsal ini bukan pengetahuan dalam arti dunia. Sumber pengetahuan yang sebenarnya adalah Firman Tuhan, dan melalui Firman Tuhan maka manusia akan memperoleh kepandaian yang digunakan untuk hal-hal yang berguna. Namun orang yang memiliki kepandaian akan tetapi tidak takut akan Allah dan yang mengandalkan pengetahuan dunianya, maka pada akhirnya hanya akan mengalami kebinasaan dan kesia-siaan.

Roh Kudus menjadi roh hikmat yang terus mengalir dalam hidup kita. Jalin hubungan erat dengan Roh Kudus, bergaul akrab dengan Roh Kudus dalam doa dan mengerti serta melakukan Firman Tuhan; maka hikmat Allah akan selalu ada di dalam hidup kita. Karakter Kristus akan selalu terpancar di dalam dihidup kita, jika kita terus membangun hidup kita berdasarkan Firman Tuhan dan dengan setia melakukan Firman. Jaga hidup kita dengan hikmat yang berasal dari Allah; jangan hidup dengan kelicikan, kepura-puraan, atau kemunafikan. Hikmat yang dari Allah penuh dengan kekudusan, kasih dan ada perdamaian serta hidup takut akan Allah.

Untuk dipenuhi hikmat Allah, maka yang kedua adalah terus setia membaca Firman Tuhan dan melakukannya. Alkitab adalah jawaban-jawaban atas segala hal yang kita hadapi dalam kehidupan. Alkitab adalah sumber hikmat, dengan membaca Alkitab maka kita semakin memahami keinginan Tuhan untuk hidup kita. Pengetahuan dunia yang diandalkan untuk menyembuhkan suatu penyakit mungkin bisa gagal, akan tetapi Firman Tuhan menyimpan banyak rahasia yang membawa kepada kesembuhan dan mujizat Allah untuk hidup kita. Alami pertumbuhan rohani dengan setia membaca Alkitab.

Sediakan waktu kita untuk senantiasa membaca dan memahami Alkitab. Kunci keberhasilan hidup adalah melalui hikmat yng kita dapat dari Firman Allah (Mazmur 1:1-2). Hidup yang penuh dengan keberhasilan akan terus kita alami dengan setia melakukan Firman Tuhan. Dengan cinta Firman Allah, Daud dan Yusuf dapat mencapai keberhasilan bahkan semua yang diperbuatnya diberkati Tuhan.

Orang yang penuh dengan hikmat Tuhan akan dipenuhi dengan kreatifitas dan selalu memiliki ide-ide di dalam pelayanannya. Apapun keterbatasan hidup yang harus kita alami, tidak akan membatasi penyertaan Tuhan jika hidup kita selalu penuh dengan hikmat Allah bahkan segala sesuatu yang tangan kita kerjakan akan dibuat Tuhan berhasil dan sukses.

Orang yang memiliki hikmat Allah, hidupnya lebih efisien; tetapi sebaliknya orang bebal hanya hidup bermalas-malasan. Senantiasa cari hikmat Allah dengan berdoa dan minta penyertaan Roh Kudus di setiap langkah hidup kita. Maksimalkan hidup kita dengan hikmat Allah, jadikan segala yang telah Tuhan berikan di dalam hidup kita menjadi kemuliaan bagi Tuhan.

 

sumber : Pdt. Jonatan Jap Setiawan di GBIS Kepunton, 19 Februari 2017