Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1193081
Pengunjung hari ini : 28
Total pengunjung : 318665
Hits hari ini : 58
Pengunjung Online : 1
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Camp Pria Sejati diadakan 21-23 September 2017

  • - Doa Malam - Selasa, 5 September 2017 pukul 19.30

  • - Ibadah Wanita - Senin 4 September 2017 - Pembicara: Ibu Trifena Yuliati

  • - Penyerahan Anak dilaksanakan Minggu, 17 September 2017 di ibadah ke-2 pkl 09.00

  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 26 November 2017 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 384 kali

PEMELIHARAAN TUHAN

(REFLEKSI KEHIDUPAN YUSUF)

 

 

Hidup ini tidak terlepas dari masalah dan tantangan. Dari semuanya itu kita harus mengingat bahwa hidup kita di dalam pemeliharaan Tuhan. Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan dan yang menaruh pengharapan kepada-NYA.

Kehidupan Yusuf pada usianya yang ke 17 tahun harus mengalami keadaan yang tidak mengenakkan, dibuang oleh saudara-saudaranya (Kejadian 37:2). Yusuf menghadap Firaun saat berumur 30 tahun dan menjadi orang kepercayaan Firaun (Kejadian 41:46). Yusuf mengalami hidup yang tidak mengenakkan selama 13 tahun bahkan harus dipenjara lebih dari 2 tahun. Dari perjalanan hidup Yusuf yang tidak mudah ini, Yusuf mencapai kemenangan di dalam Tuhan. Dalam mencapai kemenangan di dalam Tuhan, kita harus mengalami proses; bahkan harus berada di dalam keadaan penantian (kehidupan Abraham, Musa dan Yusuf).

13 tahun Yusuf hrs MENUNGGU realisasi dari MIMPI (VISI) yg diberikan Tuhan! Menyadari pemeliharaan Tuhan, makin mendorong kita utk memiliki RESPON (tanggapan) yg positif dlm menanti. Yusuf peka dan tahu akan pemeliharaanNya dalam hidupnya, di tengah situasi yg sulit.

 

Sikap yang kita bisa pelajari dari Yusuf dalam penantian :

BERHARAP PADA TUHAN

  • Yusuf dan bahkan Potifar dan kepala penjara menyadari bhw Tuhan menyertai Yusuf.
  • Yusuf masih ingat Tuhan, padahal dia ada di dlm penjara! (Kejadian 40:8)
  • Yusuf bukan orang yang suka menangisi diri & keadaan, tapi terus berharap pd Tuhan.
  • Tuhan adalah Allah : omnipotent (Maha Kuasa); omnipresent (Maha Hadir) dan omniscient (Maha Tahu).
  • Tuhan tidak terbatas, karena itu kita harus percaya dan berharap terus padaNya!
  • Selalu harus dihubungkan antara HARAPAN pd Tuhan & MENANTI.

BERSIKAP YANG BENAR

  • Sikap kita harus dijaga dan ini akan sulit dilakukan kalau kita tak berharap penuh pada Tuhan.
  • Teladan Yusuf dalam MENANTI sebagai bukti Yusuf tidak bersusah hati dan masih memperhatikan org (Kejadian 4O:5-7).
  • Kesan tidak betah di penjara, Yusuf tidak bermuram durja dan berhati kesal (Kejadian 40:14).

BEKERJA DENGAN SEPENUH HATI

  • Yusuf melakukan apa yg dia bisa lakukan dalam penantian.
  • Di rumah Potifar (Kejadian 39:1-6), bahkan di dalam penjara (Kejadian 39:22-23), Yusuf tetap bekerja dan melakukan tanggung jawabnya.
  • Tuhan tidak pernah memberikan tanggung jawab yang lebih besar kalau kita tidak setia melakukan apa yang sdh dipercayakan.

 

Dalam menantikan apa pun juga dan dalam situasi sesulit apa pun yagn kita hadapi saat ini:

  • Kita terus mengenal Tuhan.
  • Percaya pd pemeliharaan dan kuasaNya
  • Melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita pada saat penantian ini dengan hati yang benar dan penuh ucapan syukur

 

 

sumber : Pdt. Henoch Edi Haryanto di GBIS Kepunton, 22 Januari 2017