Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1193113
Pengunjung hari ini : 28
Total pengunjung : 318665
Hits hari ini : 90
Pengunjung Online : 2
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Camp Pria Sejati diadakan 21-23 September 2017

  • - Doa Malam - Selasa, 5 September 2017 pukul 19.30

  • - Ibadah Wanita - Senin 4 September 2017 - Pembicara: Ibu Trifena Yuliati

  • - Penyerahan Anak dilaksanakan Minggu, 17 September 2017 di ibadah ke-2 pkl 09.00

  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 26 November 2017 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 325 kali

Istri Yang Bukan Pemfitnah
(I Timotius 3:11)

 

 

Istri adalah faktor yang sangat besar bagi keberhasilan atau kejatuhan suami. Suami tidak boleh  memandang remeh istrinya.

Kunci suami yang diberkati dan diangkat Allah adalah istri yang baik dan takut Tuhan. Istri yang bijaksana ((Amsal 14:1); ada kemauan, suami atau  istri  tidak mau membuka diri untuk dibersihkan menjadi kelemahan bisa menjadi penyakit dalam rumah tangga. Istri yang bijaksana adalah istri yang mengerti Firman Tuhan, kepenuhan dan selalu dipimpin Roh Kudus.

Mengoreksi perlu hikmat Allah dan dikoreksi butuh kekuatan Allah, karena dikoreksi menyakitkan. Segera ada bukti, berbicaralah! suami atau istri harus hidup dengan benar dan jalan dengan Tuhan, harus berani bertindak dan berbicara. Suami istri yang penuh kecurigaan maka keadaan rumah tangga bisa jadi kacau. Membangun rumah tangga yang senantiasa berdoa dan berani saling mengingatkan dan mengoreksi (Yesaya 56:10).

Jika suami istri bersalah maka keduanya bisa kena akibatnya. Fitnah adalah sengaja menyampaikan    berita yang salah, dengan cara mengubah, menambahi atau merekayasanya dengan maksud untuk merugikan orang lain. Kita semua harus bisa menjaga mulut supaya jangan makan buah yang pahit (Amsal 18:20-21) dan menuai hari-hari yang celaka (Mazmur 34:13).

Mulut kita yang membuat hari-hari kita menjadi baik atau menjadi jelek (Mazmur 34:13-14). Jangan gampang  menyebarkan fitnah seperti Doeg dan termakan fitnah seperti Saul.

Jaga perkataan yang keluar dari mulut kita; menasehati pada saat yang tepat. Berkata-kata untuk saling menasihati dan memberkati. (Yakobus 1:19)
 


sumber : Pdt. Jonatan Jap Setiawan di GBIS Kepunton, 15 Januari 2017