Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1145708
Pengunjung hari ini : 55
Total pengunjung : 302916
Hits hari ini : 98
Pengunjung Online : 3
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Penyerahan Anak dilaksanakan Minggu, 19 Maret 2017 di ibadah ke-2 pkl 09.00

  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 21 Mei 2017 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

  • - Katekisasi Baptisan Air 9x pertemuan mulai Kamis, 28 Maret pukul 18.00 WIB

  • - Telah berpulang ke rumah Bapa di sorga PDT. EMMA SETIAWAN dalam usia 82 Tahun pada Kamis, 26 Maret 2

  • - Tifara On Air 94.3 FM support by Immanuel FM - peaceful station -

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 204 kali

Kesadaran Akan Hadirat Tuhan
(Mazmur 139 : 7-10)

 

Kesadaran akan hadirat Tuhan berarti suatu kesadaran (awareness) bahwa Tuhan hadir senantiasa di tiap situasi kita. Omnipresent menunjukkan Tuhan Yesus yang Maha Hadir.

 

Mengapa perlu kesadaran akan hadirat Tuhan?

 

Yang pertama adalah agar takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan ditunjukkan melalui perasaan hormat/kagum/gentar pada Tuhan. Kehadiran hadirat Tuhan membawa kepada takut akan Tuhan, ex: Yakub di Bethel (Kejadian 28:16-1, Ayub (Ayub 1:5). Dampak dari takut akan Tuhan adalah memperoleh pengetahuan (Amsal 1:7), umur yang panjang (Amsal 10:27), dan ketentraman besar (Amsal 14:26). Dampak takut akan Tuhan ini merupakan maksimalitas kebaikan Tuhan.

 

Yang kedua adalah untuk senantiasa bangun hubungan dengan Tuhan. Tetaplah berdoa (I Tesalonika 5:17). Kesadaran akan hadirat Tuhan mendorong kita untuk senantiasa membangun hubungan dengan Tuhan, ex: Yakub di Bethel, Abraham (Kejadian 12:7-8). Akibat hubungan yang baik dengan Tuhan adalah hidup yang berbuah (Yohanes 15:4-5). Hidup yang berbuah menunjukkan Kristus tambah nyata dalam setiap hidup kita.

 

Kesadaran akan hadirat Tuhan mengubah hidup kita. Pertemuan pribadi dengan Tuhan mengubah kita (ex: Musa, Yakub, Saulus, Gideon, dll). Kesadaran akan hadiran Tuhan menuntun kita untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus secara pribadi.

 

Semakin mengalami kesadaran akan hadirat Tuhan, semakin mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus, dan yakinlah hidup kita akan semakin diubahkan; memiliki karakter Kristus.

 

 

 

sumber : Pdt. Gideon Rusli (Kotbah di GBIS Kepunton, 8 Januari 2017