Get Adobe Flash player
Pencarian

Pujian Favorit

Pengunjung Online
1187230
Pengunjung hari ini : 90
Total pengunjung : 316528
Hits hari ini : 162
Pengunjung Online : 1
Link
Ads by Google
Informasi
  • - Camp Pria Sejati diadakan 21-23 September 2017

  • - Doa Malam - Selasa, 5 September 2017 pukul 19.30

  • - Ibadah Wanita - Senin 4 September 2017 - Pembicara: Ibu Trifena Yuliati

  • - Penyerahan Anak dilaksanakan Minggu, 17 September 2017 di ibadah ke-2 pkl 09.00

  • - Baptisan Air dilaksakan Minggu, 26 November 2017 setelah Ibadah ke-2 pukul 09.00

Diposting oleh : HannyTan Kategori: Chumani - Dibaca: 311 kali

SUKSES
(Amsal 22:4)

 

 

Bagaimana mencapai puncak kesuksesan di dalam Allah?

Tuhan menghendaki setiap orang beriman bisa menikmati kekayaan, kehormatan dan kehidupan (sehat). Pakailah cara-cara Ilahi untuk mengalami kekayaan, kehormatan dan kehidupan yang sejati. Menggunakan cara Tuhan yaitu rendah hati dan takut akan Allah, maka terbitlah kekayaan, kehormatan dan hidup.

Kekayaan dan kehormatan menjadi jerat bagi orang berdosa. Sumber yang betul adalah rendah hati dan takut akan Allah; dan hasilnya adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan yang bisa dinikmati tanpa menjadi jerat.

Kehormatan, kekayaan dan hidup bukan hanya enak. Tapi juga bisa menjerat orang.

Rendah hati menurut Firman Tuhan (I Korintus 4:7) berarti kita sadar, insaf sampai dalam hati dan pikiran serta mengakui bahwa semua berasal dari Tuhan. Tidak hanya di dalam perbuatan kita, Tuhan menginginkan anak-anak Tuhan hidup rendah hati sampai di dalam hati dan pikiran kita.

Orang minder kalau melihat orang lain lebih kaya dan terhormat, maka hatinya akan sakit. Meskipun belum dapat apa-apa; anak-anak Tuhan tidak iri, tidak minder dan bisa bersyukur dalam segala keadaan.

Kalau Tuhan bisa memberi semua yang kita punyai, berarti Tuhan juga bisa mengambil semuanya itu dari kita. (Lukas 17:10)

Orang yang rendah hati akan ditinggikan (Yakobus 4:10). Tidak ada yang mustahil bagi Allah untuk meninggikan orang-orang yang rendah hati (Amsal 16:18). Semakin ditinggikan; tetaplah belajar semakin rendah hati dengan cara melayani satu sama lain (Matius 20:26).

Orang yang rendah hati akan menerima banyak anugerah (I Petrus 5:5 dan II Samuel 7:18). Jika kita merasa diri kita lebih hebat dan lebih besar dari orang lain, maka kita akan lebih mudah marah dan tersinggung. Cobalah untuk menganggap orang lain lebih besar dari kita (Filipi 2:3).

Orang yang rendah hati pasti akan dimuliakan oleh Allah (Matius 18:4).

Kita melakukan kehendak Tuhan agar kita tidak menyakiti hati-Nya Allah, sebab kita cinta akan Dia (I Petrus 1:17). Takut akan Allah itu puncak dari segala-segalanya (Pengkhotbah 12:13).

Orang yang takut akan Tuhan akan diberkati Tuhan (Amsal 1:7 dam Mazmur 25:12). Jika kita tahu jalan Tuhan, kita pasti sukses dan tidak akan pernah gagal (Mazmur 18:31). Orang yang takut akan Allah, dia bisa mendapatkan segala kebaikan dan kemurahan Allah (Lukas 1:50).

Dari rendah hati dan takut akan Allah, terbitlah kekayaan, kehormatan dan hidup. Kita bisa memakai apa yang ada untuk menebus waktu, untuk membiayai ibadah dan pelayanan kita. Semua yang ada pada kita seharusnya dipakai untuk berbuah bagi Tuhan dan kita harus tetap rendah hati.

Datang dengan rendah hati dan takut akan Tuhan maka kita pasti menggenggam kekayaan, kehormatan dan kehidupan.

 

sumber : Pdt. Jonatan Jap Setiawan di GBIS Kepunton, 04 Desember 2016